Shadaqah

Berikan donasi anda melalui rekening di bawah ini :


BNI

No. Rekening : 0204703693

Atas Nama : Yusep Ridwan


Sekecil apapun harta yang anda berikan, Insya Allah akan sangat berguna bagi kami dan kemajuan blog ini.

Ali-Imran ayat 58 – 62

“Demikianlah (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagaian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan Al-Quran yang penuh hikmah”. (Ali-Imran : 58)
“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menjadikan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia” (Ali-Imran : 59)
“(Apa yang telah kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu”. (Ali-Imran : 60)
“Siapa yang membantahmu tentang cerita Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri-diri kami dan diri-diri kamu, kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta”. (Ali-Imran : 61)
“Sesungguhnya ini adalah cerita yang benar dan tak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana”. (Ali-Imran : 62)

Diriwayatkan oleh Al-Baihaki di dalam Kitab Ad-Dalail dari Salamah bin Abi Yasyu’ dari bapaknya, yang bersumber dari datuknya: Bahwa sebelum turun ayat 31 surat Al-Qashash, Rasulullah Saw menulis surat kepada orang Najran seperti berikut: “Dengan nama Tuhan Ibrahim dan Ishak dan Ya’qub, dari Muhammad Nabi Allah…..” sampai akhir hadits. Dan selanjutnya dalam hadits itu dikemukakan bahwa kaum Najran mengutus Syarahbil Al-Ashbahi dan Jabbar Al-Hartsi untuk menghadap kepada Rasulullah Saw dan terjadilah dialog, akan tetapi masih tertunda satu masalah, yaitu pertanyaan mereka: “Bagaimana pendapat tuan tentang Isa?”. Nabi Muhammad: “Belum ada isyarat padaku tentang itu, tapi cobalah kalian bermalam sampai besok, agar aku dapat terangkan hal itu. Keesokan harinya turunlah ayat tersebut di atas (Ali-Imran : 59, 60, 61, 62) yang menegaskan siapa Isa.
Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d dalam Kitab At-Thabaqat yang bersumber dari Al-Azraq bin Qais: Bahwa ketika Uskup Najran dan wakilnya menghadap kepada Nabi Saw, Nabi Saw menjelaskan kepada keduanya tentang Islam. Mereka berkata: “Kami telah lebih dahulu masuk Islam sebelum tuan”. Sabda Nabi Saw: “Kalian telah berdusta, karena ada tiga hal yang menghalangi kalian masuk Islam yaitu: 1).Kalian mengatakan bahwa Tuhan mempunyai anak, 2).Kalian makan daging babi, dan 3).Kalian bersujud kepada patung”. Kedua orang itu bertanya: “Kalau begitu siapakah bapak Isa”. Pada waktu itu Rasulullah tidak mengetahui begaimana harus menjawabnya. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali-Imran : 59, 60, 61, 62) sebagai tuntunan kepada Rasulullah Saw untuk menjawabnya. Kemudian Rasulullah mengajak mengadakan mula’anah, akan tetapi mereka menolak dan memilih membayar jizyah (upeti). Maka pulanglah mereka.

0 comments:

Post a Comment