Postingan

Menampilkan postingan dengan label Thaha

Thaha ayat 131

Gambar
  “Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal”. (Thaha : 131)   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Marduwaih, Al-Bazzar dan Abu Ya’la yang bersumber dari Abi Rafi’i : bahwa Rasulullah SAW kedatangan seorang tamu. Beliau menyuruh Abi Rafi’i meminjam terigu kepada Yahudi yang akan dibayarnya pada awal bulan Rajab. Berkatalah Yahudi: “Aku tidak memberinya kecuali pakai jaminan”. Pulanglah Abi Rafi’i kepada Nabi SAW dan menceritakan hal itu. Bersabdalah Nabi SAW: “Demi Allah, aku ini dikenal sebagai orang jujur di jagat ini”. Dan turunlah ayat ini yang melarang Nabi mengharapkan sesuatu dari golongan luar Islam.

Thaha ayat 114

Gambar
  “Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan". (Thaha : 114)   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari As-Suddi : bahwa apabila Jibril datang membawa wahyu, Nabi SAW bersusah payah berusaha menghafalkannya sampai menyusahkan dirinya sendiri takut kalau-kalau Jibril kembali sebelum ia hafal. Maka turunlah ayat ini (surat Thaha ayat 114) sebagai teguran untuk tidak terburu-buru menghafalnya sebelum wahyu itu selesai diturunkan.

Thaha ayat 105

Gambar
  “Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya”. (Thaha : 105)   Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij : bahwa kaum Quraisy bertanya: “Apa yang akan dilakukan oleh Tuhanmu pada hari kiamat terhadap gunung-gunung”. Ayat ini (surat Thaha ayat 105) turun sebagai penjelasan bahwa gunung-gunung itu pada hari kiamat akan dihancurkan seremuk-remuknya.

Thaha ayat 1 dan 2

Gambar
  “Thaahaa”. (Thaha :1) “Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah;” (Thaha : 2)   Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa Nabi SAW pada mula-mula turun wahyu apabila salat berdiri pada ujung jari kakinya (berjingkat). Maka dengan tekanan badannya berganti-ganti di atas kedua kakinya, turunlah ayat ini (surat Thaha ayat1 dan 2) sebagai petunjuk untuk tidak menjadi tersiksa dalam melakukan salat.   Diriwayatkan oleh Abd’ bin Hamid di dalam tafsirnya yang bersumber dari Ar-Rab bin Anas : bahwa Nabi SAW apabila berdiri salat, dengan tekanan badannya berganti-ganti di atas kedua kakinya untuk menghilangkan rasa penatnya. Maka turunlah ayat ini (surat Thaha ayat 1 dan   2) sebagai petunjuk kepada beliau.   Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih dan Al-Ufi yang bersumber dari Ibnu Abbas : Bahwa kaum kafir Quraisy berkata: “Orang ini (Muhammad) telah disusahkan oleh Tuhannya”.   Maka turunlah ay...