Postingan

Menampilkan postingan dengan label An-Nahl

An-Nahl ayat 126-128

Gambar
  “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar” . (An Nahl : 126) “Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan”. (An Nahl : 127) “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan” . (An Nahl : 128)   Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Al-Baihaki di dalam kitab Ad-Dalail dan Al-Bazzar yang bersumber dari Abi Hurairah : bahwa Ketika Rasulullah SAW berdiri di hadapan mayat Hamzah (pamannya) yang syahid dan dirusak anggota badannya, bersabdalah Rasulullah SAW: “Aku akan bunuh tujuh puluh orang dari mereka sebagaimana mereka lakukan terhadap dirimu”. Maka turunlah Jibril menyampaikan wahyu akhir surah A...

An-Nahl ayat 110

Gambar
  “Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nahl : 110)   Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d di dalam At-Thabaqat yang bersumber dari Umar bin Al-Hakam : bahwa Ammar bin Yasir disiksa sehingga tidak tahu apa yang mesti dikatakannya, demikian juga dengan Shuhab, Abu Fukaihah, Bilal, Amir bin Fuhairah dan kaum muslimin lainnya. Ayat ini (surah An Nahl ayat 110) turun berkenaan dengan mereka yang telah diselamatkan oleh Allah SWT.

An-Nahl ayat 106

Gambar
  “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar” . (An Nahl : 106)   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa Ketika Nabi SAW hendak hijrah ke Madinah, kaum musyrikin menahan Bilal, Khabbab, serta ‘Ammar bin Yasir. Ammar bin Yasir dapat menyelamatkan diri dengan jalan mengucapkan kata-kata yang mengagumkan mereka. Ketika sampai kepada Rasulullah SAW, Ia menceritakan kejadian itu. Nabi bertanya: “Apakah hatimu lapang dikala berkata demikian itu?”. Ia menjawab: “Tidak”. Ayat ini (Surah An Nahl ayat 106) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengutuk orang yang dipaksa kufur tetapi hatinya tetap iman. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bers...

An-Nahl ayat 103

Gambar
  “Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang”. (An Nahl : 103)   Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad yang dha’if yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa Rasulullah SAW mengajar seorang abid Romawi bule di Mekah yang Bernama Bal’am. Ia tidak dapat berbahasa Arab dengan fasih. Ketika kaum musyrikin melihat Rasulullah SAW sering keluar rumah Bal’am mereka berkata: “Tentu Bal’am mengajarnya”. Maka Allah menurunkan ayat ini (surah An Nahl ayat 103) sebagai bantahan akan pendapat kaum musyrikin tersebut. Diriwayatkan oleh  Ibnu Abi Hatim dari Hushain yang bersumber dari Abdullah bin Muslim Al-Hadhrami : bahwa Abdullah bin Muslim Al-Hadhrami mempunyai dua ‘abid Bernama Yasar dan Jabr orang Sicilia. Keduanya suka membaca dan mengaja...

An-Nahl ayat 92

Gambar
  “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu”. (An Nahl : 92)   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abi Bakar bin Hafsh : bahwa Sa’idah Al-Asadiyah gila, yang kerjanya hanya mengepang dan mengurai kembali rambutnya berulang kali. Ayat ini turun sebagai perumpamaan kepada orang-orang yang selalu berjanji tapi tidak menepatinya.

An-Nahl ayat 91

Gambar
  “Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat”. (An Nahl : 91)   Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Buraidah : bahwa ayat ini (surah An Nahl ayat 91) turun sebagai perintah untuk mematuhi bai’at pada Nabi SAW (masuk Islam).

An-Nahl ayat 80-83

Gambar
  “Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu). ” (An Nahl : 80) “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya)”. (An Nahl : 81) “Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”. (An-Nahl : 82) “Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya...

An-Nahl ayat 75-76

Gambar
  “Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezeki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui”. (An Nahl : 75) “Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?” (An Nahl : 76)   Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas :  bahwa firman Allah “ dharaballahu matsalan abdan mamlukan ...” (surah An Nahl ayat 75) turun sebagai perumpamaan perbedaan antara seorang Quraisy (yang kaya yang dapat berb...

An-Nahl ayat 41-42

Gambar
  “Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui” (An Nahl : 41) “(yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal . (An Nahl : 42) Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Dawud bin Abi Hindun : bahwa turunnya ayat “ walladzina hajaru fillahi min ba’di ma dzulimu ...” sampai “wa ‘ala robbihim yatawakkaluun”, berkenaan dengan Abi Jandal bin Suhail.

An-Nahl ayat 38

Gambar
  “Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah tidak akan akan membangkitkan orang yang mati". (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitnya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui” .   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abil ‘Aliah : bahwa seorang Mukmin berhutang kepada seorang Musyrik. Ketika ditagih, diantara ucapannya ialah mendoakan sesuatu bagi kehidupannya di akhirat. Si Musyrik berkata: “Apakah engkau beranggapan bahwa engkau akan dibangkitkan sesudah mati. Demi Allah aku yakin bahwa Allah tidak akan membangkitkan orang yang sudah mati”. Ayat ini (Surat An Nahl ayat 38) berkenaan dengan peristiwa tersebut sebagai bantahan atas ucapan musyrik tadi.

An-Nahl ayat 1

Gambar
  “Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan” (An Nahl :1)   Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Inu Abbas : bahwa ketika turun ayat “ Ata amrullahi ” (surat An Nahl ayat 1) gelisahlah hati para sahabat Rasulullah, sehingga turunlah kelanjutan ayat itu yaitu: “ fala tasta’jiluuhu ” (karenanya jangan minta disegerakan datangnya), sehingga mereka merasa tentram kembali.   Diriwayatkan oleh Abdullah bin Imam Ahmad dalam kitab Zawaidiz-Zuhdi dan Ibnu Jarir serta Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abu Bakar bin Abi Hafash : bahwa ketika turun ayat “ Ata amrullahi ” (surat An Nahl ayat 1) para sahabat berdiri, sehingga turunlah kelanjutan ayat itu “ fala tasta’jiluhu ”.