Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ali-Imran

Ali-Imran ayat 199

“Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepadamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya”. Diriwayatkan oleh An-Nasai yang bersumber dari Anas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Jabir: bahwa ketika datang berita kematian An-Najasyi (Raja Habasyah), bersabdalah Rasulullah Saw: “Mari kita salatkan”. Para sahabat bertanya: “Apakah kita salatkan seorang hamba habasyi?”. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali-Imran ayat 199), sebagai penegasan bahwa orang yang meninggal itu adalah Mukmin. Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Mustadrak yang bersumber dari Abdullah bin Zubeir: bahwa turunnya ayat ini (Ali-Imran ayat 199) berkenaan dengan An-Najasyi.

Ali-Imran ayat 195

Gambar
“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonan (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak mensia-siakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berjihad dan yang dibunuh, pastilah akan Kuhapus kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan pada sisi-Nya pahala yang baik”. Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq, Sa’id bin Mansur, Tirmidzi, Al-Hakim dan Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari Ummu Salamah : bahwa Ummu Salamah berkata: “Wahai Rasulullah! saya tidak mendengar Allah menyebut khusus tentang wanita di dalam Al-Quran mengenai peristiwa hijrah”. Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (Ali Imran ayat 195) sebagai penegasan atas pertanyaannya.

Ali-Imran ayat 190

Gambar
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”. (Ali Imran : 190) Diriwayatkan oleh At-Thabrani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa orang Quraisy datang kepada orang Yahudi untuk bertanya: “Mukjizat apa yang dibawa Musa kepada kalian?”. Mereka menjawab: “Tongkat dan tangannya terlihat putih bercahaya”. Kemudian mereka bertanya kepada kaum Nashara: “Mukjizat apa yang dibawa Isa kepada kalian?”. Mereka menjawab: “Ia dapat menyembuhkan orang buta sejak lahir hingga dapat melihat, menyembuhkan orang berpenyakit sopak dan menghidupkan orang mati”. Kemudian mereka menghadap Nabi Saw dan berkata: “Hai Muhammad, coba berdoalah engkau kepada Tuhanmu agar gunung Shafa ini dijadikan emas”. Lalu Rasulullah Saw berdoa. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali-Imran ayat 190) sebagai petunjuk untuk memperhatikan apa yang telah ada yang akan lebih besar manfaatnya bagi orang yang menggu...

Ali-Imran ayat 188

Gambar
“Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa dan bagi mereka siksa yang pedih”. Diriwayatkan oleh As-Syaikhani dan yang lainnya yang bersumber dari Hamid bin Abdirrahim bin ‘Auf: bahwa Marwan berkata kepada juru pintunya: “Hai Rafi’ berangkatlah ke Ibnu Abbas, dan katakanlah kepadanya bahwa sekiranya orang akan disiksa karena merasa gembira dengan apa yang telah diperolehnya dan ingin dipuji akan perbuatan yang tidak mereka kerjakan, pasti kita semua akan disiksa”. Maka berkatalah Ibnu Abbas: “Apa yang menjadi masalah-masalah bagi kalian tentang ayat ini (Ali-Imran : 188)? Turunlah ayat ini berkenaan dengan ahli kitab. Ketika Nabi Saw bertanya kepada mereka tentang sesuatu, mereka menutupinya dengan memberikan jawaban yang tidak ada sangkut pautnya dengan pertanyaan itu. Kemudian mereka k...

Ali-Imran ayat 186

Gambar
“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan”. (QS. Ali Imran : 186) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnul Mundzir dengan sanad hasan yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas : bahwa ayat ini (surat Ali-Imran ayat 186) turun berkenaan dengan peristiwa Abu Bakar dengan Fanhas, tentang ucapannya: “Allah faqir dan kami kaya”. Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dari Ma’mar dari Az-Zuhri yang bersumber dari Abdurrahman bin Ka’b bin Malik : bahwa ayat ini (surat Ali-Imran ayat 186) berkenaan dnegan Ka’b bin Al-Asyraf yang mencaci maki Nabi Saw dan sahabat dengan Syi’ir.

Ali-Imran ayat 181

“ Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah msikin dan kami kaya”. Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar. Dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): “Rasakanlah olehmu azab yang membakar ”. Diriwayatkan oleh Ibnu Ishak dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas: bahwa pada suatu ketika Abu Bakar masuk ke tempat pendidikan Taurat. Didapatinya orang-orang Yahudi sedang mengelilingi Fanhas. Ia berkata kepada Abu Bakar: “Demi Allah, hai Abu Bakar! kami tidak butuh kepada Allah, dan sesungguhnya Allah yang butuh kepada kami. Sekiranya Ia kaya, tidak akan meminjam apa-apa dari kami sebagaimana yang dianggap oleh sahabatmu (Muhammad)” ( lihat surat Al-Baqarah: 245 ). Marahlah Abu Bakar kepadanya serta memukul mukanya. Fanhas berangkat menghadap Rasulullah Saw dan ia berkata: “Hai Muhammad! Lihat apa yang dilakukan sahabatmu terhadapku”. Nabi Saw bersabda: “Apa seba...

Ali-Imran ayat 172 dan 174

Gambar
“(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peristiwa Uhud). Bagi orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar .” (Ali Imran : 172) “Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah; mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. ” (Ali Imran : 174)   Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Al-Ufi yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa Allah SWT telah menanamkan rasa takut di hati Abu Sufyan pada hari peristiwa Uhud setelah mampu mencerai-beraikan pasukan Islam. Kemudian ia pulang ke Mekah. Bersabdalah Nabi Muhammad Saw: “Abu Sufyan terpukul mentalnya, ia pulang, dan Allah menanamkan rasa takut di hatinya”. Peristiwa Uhud itu terjadi pada bulan syawal. Sebulan kemudian, yaitu pada bulan Dzulqa’idah, pedagang Quraisy menuju ke Madinah dan berhenti di Badar As-Shugra. Di saat itu kaum Muslimin sedang me...

Ali-Imran ayat 161

Gambar
“Tidak mungkin seorang Nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan (ghanimah). Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan (ghanimah) itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya”. (Ali Imran : 161) Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa turunnya ayat ini (Ali Imran ayat 161) berkenaan dengan hilangnya sehelai permadani merah (ghanimah yang belum dibagikan) di waktu peristiwa Badar. Berkatalah beberapa orang yang ada: “Barangkali Rasulullah yang mengambilnya”. Ayat ini turun sebagai bantahan terhadap tuduhan tersebut. Menurut Tirmidzi hadits ini Hasan . Diriwayatkan oleh At-Thabarani dalam kitab ‘Al-Kabir dengan sanad yang kuat yang bersumber dari Ibnu Abbas : Bahwa Rasulullah Saw berkali-kali mengutus pasukan ke medan jihad. Pada suatu waktu, ada pasukan yang kembali da...

Ali-Imran ayat 165

“Mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peristiwa Uhud). Padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peristiwa Badar) kamu berkata: “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari kesalahanmu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Umar bin Khattab: Bahwa Umar bin Khattab berkata: “Menderitanya orang-orang di dalam peristiwa Uhud akibat perbuatan mereka mengambil fida di Badar. Pada waktu peristiwa Uhud itu ada tujuh puluh sahabat yang mati syahid sebagian lari pontang-panting, terdesak, bercerai-berai, bahkan gigi Rasulullah yang keempat patah, topi besinya pecah sehingga berlumuran darah di mukanya”. Allah menurunkan ayat tersebut di atas (Ali-Imran ayat 165) sebagai peringatan bahwa penderitaan tersebut akibat perbuatan mereka sendiri.

Ali-Imran ayat 169

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki”. Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan Al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Tirmidzi yang bersumber dari Jabir : Bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Allah menjadikan arwah saudara-saudaramu yang gugur di peristiwa Uhud sebagai burung-burung hijau yang mengunjungi sungai di surga dan makan buah-buahannya. Sampai menghampiri lampu mas dibawah naungan ‘Arsy. Ketika mereka mendapatkan makanan yang enak, minuman yang lezat dan tempat tidur yang empuk, mereka berkata: “Alangkah baiknya jika teman-teman kita mengetahui apa yang Allah telah jadikan untuk kita, sehingga mereka itu tidak segan berjihad dan tidak mundur dari pertempuran”. Allah berfirman kepada mereka: “Aku akan sampaikan hal kalian kepada mereka. Maka turunlah ayat tersebut (Ali-Imran ayat 169) yang menceritakan keadaan para syuhada”.

Ali-Imran ayat 143

Gambar
“Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kami telah melihatnya sedang kamu menyaksikannya”. (Ali Imran : 143) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Al-‘Ufi yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa beberapa orang sahabat berkata: “Alangkah baiknya kalau kita mati syahid seperti orang-orang yang berjuang di Badar, atau mendapat kesempatan seperti pada peristiwa Badar mengalahkan kaum Musyrikin, tabah dalam ujian, mati syahid dengan memperoleh surga, atau hidup mendapat rezeki”. Maka Allah memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti pertempuran Uhud, tetapi ternyata mereka tidak tabah dan bertahan dalam pertempuran itu kecuali sebagian kecil diantara mereka yang dikehendaki Allah. Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (Ali Imran ayat 143) sebagai peringatan atas ucapan mereka.

Ali-Imran ayat 144

Gambar
“ Muhammad itu hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Umar: Ketika para sahabat terpisah dari Rasulullah Saw di peristiwa Uhud, Umar naik gunung dan mendengar Yahudi berteriak: “Muhammad telah terbunuh!”. Umar berkata: “Tidak akan kubiarkan orang berkata Muhammad terbunuh, pasti akan kupenggal lehernya”. Dan pada saat itu Umar melihat Rasulullah Saw dan orang-orang kembali ke posnya masing-masing. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali-Imran ayat 144) yang menegaskan bahwa kematian seorang Nabi adalah soal yang biasa. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ar-Rabi’: Ketika kaum Mukminin mendapat musibah di peristiwa Uhud dengan luka-luka...

Ali-Imran ayat 154

Gambar
“ Kemudian setelah kamu berduka cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan daripada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan Jahiliyyah, mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) disini”. Katakanlah: “sekiranya kamu berada dirumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah berbuat demikian untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati”. Diriwayatkan oleh Ibnu Rahawaih yang bersumber dari Zubair : Bahwa Zubair berkata: “Aku yakin benar bahwa pada hari peristiwaUhud, kami merasakan ketakutan yang luar biasa, dan Allah mengirimkan rasa ngantuk, sehingga terlelap (kepalanya terkulai di dadanya). Demi Allah, aku...

Ali-Imran ayat 140

Gambar
“Jika kamu (pada pertempuran Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada pertempuran Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebahagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang dhalim”. (Ali Imran : 140) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Ikrimah: Ketika terlambat berita dari medan jihad, wanita-wanita berusaha mencari berita itu. Tiba-tiba datanglah dua orang laki-laki naik unta. Seorang wanita bertanya kepadanya tentang keadaan Rasulullah. Laki-laki itu menjawab: “Beliau dalam keadaan sehat wal’afiat”. Si wanita tadi berkata: “Kami tidak berduka cita kalau Allah menjadikan hamba-hamba-Nya menjadi syuhada”. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali Imran ayat 140) berkenaan dengan wanita tadi.

Ali-Imran ayat 130

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat kemenangan (sukses)”. (Ali-Imran : 130) Diriwayatkan oleh Al-Faryabi yang bersumber dari Mujahid: Dikemukakan terdapat orang-orang yang berjual beli dengan kredit (dengan bayaaran berjangka waktu). Apabila telah tiba waktu pembayaran dan tidak membayar, bertambahlah bunganya, dan ditambahnya pula jangka waktu pembayarannya”, maka turunlah ayat ini (Ali-Imran ayat 130) sebagai larangan atas perbuatan seperti itu. Diriwayatkan oleh Al-Faryabi yang bersumber dari ‘Atha: Bahwa di zaman jahiliyyah, Tsaqif berhutang kepada Banin Nadlir. Ketika telah tiba waktu membayar, Tsaqif berkata: “Kami bayar bunganya dan undurkan waktu pembayarannya”. Maka turunlah ayat tersebut (Ali-Imran ayat 130) sebagai larangan atas perbuatan seperti itu.

Ali-Imran ayat 128

Gambar
“Tak ada sedikit pun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima tobat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang dhalim”. (Ali Imran : 128) Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim yang bersumber dari Anas: Bahwa Nabi Saw patah giginya yang keempat di peristiwa Uhud dan berlumuran darah karena luka di mukanya. Beliau bersabda: “Barangsiapa bisa bahagia suatu kaum yang berbuat demikian terhadap Nabinya, yang mengajak mereka kepada Tuhannya”. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali Imran : 128) Diriwayatkan oleh Ahmad dan Bukhari yang bersumber dari Ibnu Umar, diriwayatkan pula oleh Bukhari yang bersumber dari Abi Hurairah: Bahwa Ibnu Umar mendengar Rasulullah Saw berdo’a: “Ya Allah, semoga Allah melaknat si Fulan, semoga Allah melaknat Al-Harts bin Hisyam, Ya Allah semoga Allah melaknat Suhail bin Amr, Ya Allah semoga Allah melaknat Shafwan bin Umayyah”. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali Imran : 128) sebagai teguran kepada Rasulullah...

Ali-Imran ayat 124 - 125

Gambar
“(ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu Malaikat yang diturunkan (dari langit)?” (Ali Imran : 124) “Ya (cukup)! Jika kamu bersabar dan bersiap siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda”. (Ali Imran : 125) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al-Mushannaf dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari As-Syu’bi: Bahwa kaum Muslimin mendengar kabar pada waktu peristiwa Badar, bahwa Karz bin Jabir Al-Muharibi memberikan bala bantuan kepada kaum musyrikin, sehingga membimbangkan mereka. Maka Allah menurunkan ayat tersebut (surah Ali Imran : 124 – 125) sebagai penjelasan bahwa Allah memberikan bantuan sebanyak 3000 malaikat. Ketika Karz mendengar kekalahan kaum Musyrikin, ia membatalkan bala bantuannya, demikian juga Allah membatalkan bantuan dengan 5000 malaikat.

Ali-Imran ayat 122

Gambar
“(Ingatlah), ketika dua golongan daripadamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu, karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal”. (Ali Imran : 122) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Abu Ya’la yang bersumber dari Al-Miswar bin Mikhramah: Bahwa Al-Miswar bin Mikhramah berkata kepada Abdurrahman bin ‘Auf: “Coba ceritakan kepadaku kisah pertempuran Uhud”. Ia menjawab: “Bacalah surat Ali Imran setelah ayat 120, disana akan saudara dapatkan kisah kami”. Selanjutnya Abdurrahman menjelaskan yang dimaksud dengan “ thaifatani ” dalam ayat 122 surat Ali Imran itu ialah mereka yang segan menghadapi musuh, bahkan ingin mengadakan gencatan senjata dengan kaum musyrikin. Selanjutnya ia menjelaskan bahwa ayat 143 menerangkan peringatan Tuhan kepada kaum Mukminin yang ingin bertemu dengan musuh pada waktu itu sudah dihadapinya. Adapun ayat 144 menerangkan bahwa Allah menentramkan kaum Mukminin, ketika tersiar berita yang bersu...

Ali-Imran ayat 113 – 115

Gambar
“Mereka itu tidak sama; diantara ahli kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat)”. (Ali-Imran : 113) “Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengajarkan) berbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang shaleh”. (Ali-Imran : 114) “Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala)nya dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa”. (Ali-Imran : 115) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, At-Thabrani dan Ibnu Mandah yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa ketika Abdullah bin Salam, Tsa’labah bin Sa’yah, Usaid bin Sa’yah, As’ad bin ‘Abd dan beberapa orang lainnya lagi dari kaum Yahudi masuk Islam, beriman membenarkan Muhammad dan mencintai Islam, berkatalah pendeta-pendeta Yahudi dan orang-orang kufur diantara mereka: “Tiada akan...

Ali-Imran ayat 118

Gambar
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang diluar kalanganmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya”. (Ali Imran : 118) Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Ishak yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa sebagian kaum Muslimin ada yang mengadakan hubungan dengan segolongan kaum yahudi, karena di zaman Jahiliyyah pernah menjadi tetangga dan bersekutu dalam peperrangan. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali Imran : 118) yang melarang mereka mengadakan hubungan yang intim untuk menghindari fitnah.