Postingan

Menampilkan postingan dengan label An-Nisa

An-Nisa ayat 176

Gambar
"Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): Jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan, Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu".  (An Nisa : 76) Diriwayatkan oleh An-Nasai dari Abiz Zubair yang bersumber dari Jabir : bahwa ketika Rasulullah Saw menengok Jabir yang sedang sakit, berkatalah Jabir: "Ya Rasul...

An-Nisa ayat 166

Gambar
“(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu) tetapi Allah mengakui Al-Quran yang diturunkan-Nya kepadamu, Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan Malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya” . (An  Nisa : 166) Diriwayatkan olh Ibnu Ishak yang bersumber dari Ibnu Abbas: bahwa ketika segolongan kaum Yahudi datang menghadap Rasulullah Saw beliau bersabda: “Demi Allah! Aku yakin bahwa kalian tahu, sesungguhnya aku Rasulullah (uttusan Allah)”. Mereka berkata: “Kami tidak mendapat keterangan tentang hal itu”. Maka Allah menurunkan ayat ini ( an nisa  ayat 166) sebagai penegasan bahwa kesaksian Allah dan malaikat-Nya lebih menjamin kebenaran akan kerasulannya.

An-Nisa ayat 163

Gambar
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’kub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami datangkan zabur kepada Daud”. (An Nisa : 163) Diriwayatkan oleh Ibnu Ishak yang bersumber dari Ibnu Abbas: bahwa Adi bin Zaid berkata: Kami tidak mendapat keterangan apakah Allah menurunkan sesuatu kepada siapa pun sesudah Musa”. Maka turunlah ayat ini ( an nisa  ayat 163) sebagai peringatan atas pertanyaan itu.

An-Nisa ayat 153 - 156

Gambar
“Ahli kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata”. Maka mereka disambar petir karena kedhalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata. Maka kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.” (An Nisa : 153) “Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina karena (mengingkari) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka: “Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud”, dan Kami perintahkan (pula kepada mereka: “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari sabtu)”. Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh”. (An Nisa : 154) “Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan) disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafi...

An-Nisa ayat 148

Gambar
“Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (An Nisa : 148) Diriwayatkan oleh Hanad Ibnus-Sim dalam Kitabuz-Zuhdi yang bersumber dari Mujahid : bahwa turunnya ayat ini ( an nisa  ayat 148) berkenaan dengan  seorang tamu yang berkunjung kepada seseorang di Madinah dan mendapat perlakuan yang tidak baik, sehingga ia pindah dari rumah orang itu. Si tamu itu menceritakan apa-apa yang telah diperlakukan terhadap dirinya. Ayat ini ( an nisa  ayat 148) membenarkan tindakan orang yang dizalimi untuk menceritakannya pada orang lain.

An-Nisa ayat 135

Gambar
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan” . (An Nisa : 135) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari As-Suddi: bahwa turunnya ayat ini (An Nisa ayat 135) berkenaan dengan pengaduan dua orang yang bersengketa, seorang kaya dan seorang lagi miskin. Rasulullah Saw membela pihak yang fakir dengan menganggap orang fakir tidak akan mengzhalimi orang kaya. Akan tetapi Allah tidak membenarkan tindakan Rasulullah Saw dan memerintahkan untuk menegakkan keadilan di antara kedua belah pihak.

An-Nisa ayat 128

Gambar
“Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu menggauli istrimu dengan baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (An Nisa : 128) Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Al-Hakim yang bersumber dari Aisyah. Diriwayatkan pula oleh At-Tirmidzi seperti itu yang bersumber dari Ibnu Abbas: bahwa ketika Saudah binti Za’mah sudah tua dan takut dicerai oleh Rasulullah Saw, ia berkata: “Hari giliranku aku hadiahkan kepada Aisyah”. Maka turunlah ayat ini (An Nisa ayat 128) yang membolehkan tindakan seperti Siti Saudah itu. Diriwayatkan oleh Sa’id bin Mansyur yang bersumber dari Sa’id bin Al-Musayyab: bahwa istri Rafi’ bin Khudaij yaitu anak Muhammad bin Muslimah mereka kurang disaya...

An-Nisa Ayat 127

Gambar
“Dan mereka  minta fatwa kepadamu tentang para wanita, Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Quran (juga menfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya” . (An Nisa : 127) Diriwayatkan oleh Bukhari yang bersumber dari Aisyah: bahwa seorang laki-laki ahli waris dari wali seorang putri yatim menggabungkan seluruh harta si yatim itu dengan hartanya sampai pada barang yang sekecil-kecilnya, bahkan sampai ia mau mengawininya dan tidak mau menikahkannya kepada yang lain, karena takut harta bendanya keluar dari tangannya. Wanita itu dilarang menikah sama sekali. Maka turunlah ayat ini (An-Nisa ayat 127) yang menjel...

An-Nisa Ayat 123 dan 124

Gambar
"(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah". (An Nisa : 123) "Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shaleh, baik ia laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk kedalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun". (An Nisa : 124) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas: bahwa kaum Yahudi dan Nashrani berkata: "Tidak akan masuk surga selain daripada kami", dan berkata Quraisy: "Kami tidak akan dibangkitkan dari kubur". Maka Allah menurunkan ayat ini (An Nisa ayat 123) yang menjelaskan bahwa balasan dari Allah disesuaikan dengan amal masing-masing dan bukan menurut angan-angan mereka. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber d...

An-Nisa Ayat 105-116

Gambar
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Alah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penentang orang yang tidak bersalah, karena (membela) orang-orang yang khianat” . (An-Nisa ayat 105) “Dan mohon ampunlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (An-Nisa ayat 106) “Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa”. (An-Nisa ayat 107) “Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, pdahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan”. (An-Nisa ayat 108) “Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidup...

An-Nisa ayat 101-103

Gambar
“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu meng-qasarkan salat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu”.  (An Nisa : 101) “Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu), lalu kamu hendak mendirikan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pergi ke belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum salat, lalu bersalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap-siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat suatu kesusahan karena hujan atau kamu memang sakit; dan ...

An-Nisa ayat 100

Gambar
“ Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dimaksud), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (An-nisa : 100) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Abu Ya’la dengan sanad yang jayyid (baik) yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa Dhamrah bin Jundab keluar dari rumahnya untuk berhijrah, dan berkata kepada keluarganya: “Gotonglah saya dan hijrahkanlah saya dari tanah musyrikin ini ke tempat Rasulullah Saw”. Di tengah perjalanan sebelum sampai kepada Nabi, ia wafat. Maka turunlah ayat ini (An-Nisa ayat 100) sebagai janji Allah terhadap orang-orang yang gugur disaat melaksanakan tugas agama Allah. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Jubair: bahwa Abi Dhamrah Az-Zurqi ter...

An-Nisa ayat 97 - 98

Gambar
“ Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah dari bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya ialah Jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”. (An Nisa : 97) “ Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah)”. (An Nisa : 98) Diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa diantara pasukan musyrikin terdapat kaum Muslimin Mekah (yang masih lemah imannya) yang turut bertempur menentang Rasulullah Saw sehingga ada yang terbuhuh karena panah atau pedang pasukan Rasulullah. Maka turunlah ayat ini (An Nisa ayat 97) sebagai penjelasan hukum bagi muslimin yang lemah imannya, yang mengani...

An-Nisa ayat 95

Gambar
“ Tidaklah sama antara mukmin (yang tidak turut berjihad) yang tidak mempunyai uzur dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang  yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar”. (An Nisa ayat 95) Diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang bersumber dari Al-Barra. diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan lainnya dari Zaid bin Tsabit dan At-Thabarani dari Zaid bin Arqam dan Ibnu Hibban dari Al-Falatan bin Ashim seperti riwayat berikut: bahwa ketika turun ayat “ La yastawil qa’iduna minal mu’minina” (An Nisa ayat 95) bersabdalah Nabi Saw: “Panggillah si anu”. Maka datanglah ia membawa tinta dengan alat tulisnya. Bersabdalah Rasulullah Saw: “Tulislah “ La yastawil qa’iduna minal mu’minina” . Di belakang Rasulullah Saw ada Ibnu Ummi Mak...

An-Nisa ayat 94

Gambar
“ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berjihad) di jalan Allah, maka telitilah dan jangan kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan ‘salam’ kepadamu: “Kamu bukan seorang Mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu. Oleh karena itu telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (An Nisa ayat 94) Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Tirmidzi, Al-Hakim dan lainnya yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa seorang laki-laki dari Bani Sulaim yang sedang menggiring dombanya bertemu dengan segolongan sahabat Nabi Saw. Ia mengucapkan salam kepada mereka. Mereka berkata: “Dia memberi salam dengan maksud untuk menyelamatkan diri dari kita”. Mereka pun mengepung dan membunuhnya, serta membawa dombanya kepada Rasulullah Saw. Maka turunlah ayat ini (An-Nisa ayat 94) sebagai teguran agar berhati...

An-Nisa ayat 93

Gambar
“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam; kekal ia didalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Juraij yang bersumber dari ‘Ikrimah : bahwa ayat ini (An-Nisa ayat 93) turun berkenaan dengan seorang Anshar yang membunuh saudara Miqyas bin Shahabah. Oleh Nabi Saw dibayarkan diatnya (denda) kepada Miqyas tetapi setelah ia menerima diatnya, ia menerkam pembunuh adiknya dan membunuhnya. Maka bersabdalah Rasulullah Saw : “Aku tidak menjamin keselamatan jiwanya, baik di bulan halal maupun di bulan haram”. Miqyas terbunuh di dalam fathu Makah . Ayat ini (An Nisa ayat 93) merupakan dasar hukum qishash.

An-Nisa ayat 92

Gambar
“ Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh tersebut), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Maka barangsiapa yang tidak memperolehnya (mampu), maka hendaklah ia (si pembunuh) bershaum dua bulan berturut-turut untuk penerimaan tobat dari Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (An Nisa : 92) Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang ...

An-Nisa ayat 90

Gambar
“ Kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kaum sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi  kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka”. (An Nisa ayat 90) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi HAtim dan Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Al-Hasan: bahwa Suraqah bin Malik Al-Mudlaji telah bercerita bahwa ketika Nabi Saw mendapat kemenangan di peristiwa Badar dan Uhud dan orang-orang di sekeliling Madinah masuk Islam, ia mendengar bahwa Nabi akan mengirim pasukan Khalid bin Walid ke kaumnya (Bani Mudlaj). Ia menghadap Rasulullah Saw dan berkata: “Saya mohon perlindungan tuan dengan sungguh-s...

An-Nisa ayat 88

Gambar
“Maka mengapa kamu menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya”. (An Nisa ayat 88) Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dan lainnya yang bersumber dari Zaid bin Tsabit : bahwa ketika terjadi pertempuran Uhud sebagian dari pasukan Rasulullah SAW pulang kembali ke Madinah. Di kalangan para sahabat timbul dua pendapat, sebagian mengatakan agar dibunuh orang yang mengundurkan diri itu dan sebagian lagi melarangnya. Maka Allah menurunkan ayat ini (An-Nisa ayat 88) sebagai teguran untuk berselisih dalam menghadapi kaum munafik yang telah jelas kekufurannya. Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’ad bin Mu’adz : Ketika Rasulullah Saw berkhotbah dan diantaranya bersabda: “Siapakah ...

An-Nisa ayat 83

Gambar
“ Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Padahal kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu)”. (An Nisa : 83) Diriwayatkan oleh Muslim yang bersumber dari Umar bin Khattab: bahwa ketika Nabi ‘uzlah (menjauhi) istri-istrinya, Umar bin Khattab masuk ke masjid di saat orang-orang sedang kebingungan sambil bercerita bahwa Rasulullah Saw telah menceraikan istri-istrinya, Umar berdiri di pintu masjid dan berteriak: “Rasulullah tidak menceraikan istrinya, dan aku telah menelitinya”. Maka turunlah ayat ini (An-Nisa ayat 83), berkenaan dengan peristiwa tersebut untuk tidak menyiarkan berita sebelum diselidiki.