Postingan

Menampilkan postingan dengan label Al-Kahfi

Al-Kahfi ayat 110

Gambar
  “Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (Al-Kahfi : 110)   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Abid-Dunya di dalam kitab ubl ikhlash yang bersumber dari Thawus (hadis ini mursal). Diriwayatkan pula oleh Al-Hakim dalam kitab Mustadrak (tapi maushul dari Thawus) yang bersumber dari Ibnu Abbas (Al-Hakim menshahihkannya berdasarkan syarat shahihain) : bahwa seorang laki-laki berkata: “Ya Rasulallah aku ini tabah dalam peperangan dan mengharap Ridha Allah serta ingin supaya terlihat kedudukanku oleh orang lain”. Rasulullah tidak menjawab sedikit pun sehingga turun ayat ini (surat Al Kahfi ayat 110) sebagai pegangan bagi orang yang mengharapkan Ridha Allah.   Diriwayatkan oleh Ibnu...

Al-Kahfi ayat 109

Gambar
  “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)". (Al-Kahfi : 109)   Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan lainnya yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa kaum Quraisy berkata kepada kaum Yahudi: “Berilah kami bahan untuk kami tanyakan kepada orang ini (Muhammad)”. Mereka pun berkata: “Tanyakan kepadanya tentang ruh”. Kaum Quraisy pun bertanya kepada Rasul. Maka turunlah ayat tentang ruh (surat Al Isra ayat 85). Setelah kaum Quraisy menyampaikan jawabannya, berkatalah kaum Yahudi: “Kami diberi ilmu banyak, dengan diberi Taurat. Dan barangsiapa yang diberi Taurat sesungguhnya ia diberi kebaikan yang banyak”. Maka turunlah ayat ini (surat Al Kahfi ayat 109) yang menegaskan bahwa ilmu Allah tidak akan ada yang menyerupainya dan tidak akan habis-habisnya.

Al-Kahfi ayat 28

Gambar
  “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”. (Al Kahfi : 28)   Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih dari Juwaibir dari Ad-Dhahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa akhir ayat ini (surat Al Kahfi ayat 28) turun berkenaan dengan Umayyah bin Khalaf Al-Jumhi yang mengajak kepada Nabi SAW untuk melakukan perbuatanyang dibenci oleh Allah yaitu menolak orang-orang fakir dan berusaha mendekatkan tokoh-tokoh Quraisy kepada Nabi SAW. Ayat ini (surat Al Kahfi ayat 28) melarang Nabi SAW meluluskan permintaannya itu.   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ar-Rabi’ : bahwa Nabi SAW menghadapi Umayyah bin Khalaf dengan baik dan lup...

Al-Kahfi ayat 6, 9, 23, 24, 25

Gambar
  “Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran)”. (Al-Kahfi : 6) “Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?”. (Al-Kahfi : 9) “Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi” (Al-Kahfi : 23) “kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini". (Al-Kahfi : 24) “Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)” . (Al-Kahfi : 25)   Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Ishak dari seorang ‘alim bangsa Mesir dari ‘Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas : Bahwa kaum Quraisy telah mengutus An-Nadhr bin...