Postingan

Menampilkan postingan dengan label At-Taubah

At-Taubah ayat 122

Gambar
  “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan jihad). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. (At Taubah : 122)   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Ikrimah : bahwa Ketika turun ayat “ illa tanfiru yu’addzibkum ‘adzaaban alima ” (surah at taubah ayat 39) ada beberapa orang yang jauh dari kota yang tidak ikut berjihad, karena mereka mengajar kaumnya.  Berkatalah kaum munafik: “celakalah orang-orang di kampung itu karena ada orang-orang yang meninggalkan diri yang tidak ikut berjihad bersama Rasulullah”. Maka turunlah ayat ini (surah At Taubah ayat 122) yang membenarkan orang-orang yang meninggalkan diri untuk memperdalam ilmu dan menyebarkannya pada kaumnya. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abdullah bi...

At-Taubah ayat 117-119

Gambar
  “Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka” (At Taubah : 117) “dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (At Taubah : 118) “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”. (At Taubah : 119)   Diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang bersumber dari Ka’ab bin ...

At-Taubah ayat 113

Gambar
  “ Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam”. (At Taubah : 113)   Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim dari Sa’id bin Al-Musayyab yang bersumber dari Bapaknya : bahwa Ketika Abu Thalib hamper menghembuskan nafasnya yang terakhir datanglah Rasulullah SAW kepadanya dan di dapatinya Abu Jahl bin Abdullah bin Abi Umayyah berada di sisinya. Bersabda Nabi SAW:   “Wahai pamanku! Ucapkanlah Laa ilaaha illallah, agar dengan mengucapkan itu aku dapat membela paman di hadapan Allah”. Berkata Abu Jahl bin Abdullah: “Hai Abu Thalib, apakah engkau benci kepada agama Abdul Muthalib?”. Kedua orang itu tidak henti-hentinya membujuk Abu Thalib sehingga kalimat terakhir yang ia ucapkan sesuai dengan agama Abdul Muthalib. Bersabda Nabi SAW: “Aku akan mintakan a...

At-Taubah ayat 111

Gambar
  “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berjihad dijalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”. (At Taubah : 111)   Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi : bahwa Abdullah  binRawahah bertanya kepada Rasulullah SAW : “Apakah kewajiban-kewajiban terhadap Tuhan dan diri tuan menurut kehendak tuan?” Rasul menjawab: “Aku telah menetapkan kewajiban terhadap Tuhanku untuk beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya, dan kewajiban-kewajiban terhadapku ialah agar kalian menjagaku sebagaimana kalian menjaga diri dan harta kalian”.  Mereka berkata: “Apabila kami melaksanakan itu, apa bagian ...

At-Taubah ayat 108

Gambar
  “Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih”. (At-Taubah : 108)   Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih dari Ali bin Abi Thalhah yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa Amir berkata kepada sebahagian kaum Anshar yang sedang mendirikan masjid: “Teruskanlah, dirikan masjidmu dan siapkanlah kekuatan dan senjatamu sekuat tenagamu. Aku akan berangkat ke KAisar Raja Rum dan kembali membawa tentara Rum untuk mengusir Muhammad dan sahabat-sahabatnya”. Ketika masjid itu selesai dibangun, mereka datang menghadap kepada Nabi SAW dan berkata: “Kami telah selesai mendirikan masjid kami, dan kami sangat mengharapkan agar tuan shalat di masjid kami itu”. Maka turunlah ayat ini (surah At Taubah ayat 108) yang melarang Nabi SAW...

At-Taubah ayat 107

Gambar
  “Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya)” . (At Taubah : 107)   Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih dari Ibnu Ishak dari Ibnu Syihab Az-Zuhri dari Ibnu Akimah Al-Laitsi dari anak Abi Rahmin Al-Ghifari : bahwa diantara orang-orang yang membangun masjid “Dhirar” datang menghadap kepada Rasulullah SAW yang pada waktu itu sedang bersiap-siap untuk berangkat ke medan Tabuk. Berkatalah mereka: “Ya Rasulullah! Kami telah membangun sebuah masjid untuk orang sakit, orang berhalangan dan untuk shalat malam di musim dingin dan musim hujan. Kami mengharapkan sekali kedatangan...

At-Taubah ayat 102-103

Gambar
  “Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang” (At Taubah : 102) “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (At Taubah : 103)   Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih dan Ibnu Abi Hatim dari Al-Ufi yang bersumber dari Ibnu Abbas  : bahwa ketika Rasulullah berangkat jihad, Abu Lubabah dan lima orang kwannya meninggalkan diri. Abu Lubabah dan dua orang kawannya memmikirkan dirinya dan menyesal akan perbuatannya serta yakin akan bahaya yang akan menimpanya. Mereka berkata: “Kita disini bersenang-senang di bawah naungan pohon, hidup tentram beserta istri-istri kita sedangkan Rasulull...

At-Taubah ayat 99

Gambar
  “Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (At Taubah : 99)   Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid : bahwa ayat ini (surah At Taubah ayat 99) turun berkenaan dengan Bani Murqin yang ada sangkut pautnya dengan turunnya ayat “ Wa laa ‘alalladzina idza maa atauka litahmilahum qulta laa ajidu maa ahmilukum ‘alaihi ” (surah At Taubah ayat 92). Keterangan: Menurut Abdurrahman bin Maqil Al-Muzani pasukan yang ada sangkut pautnya dengan ayat ini (surah At Taubah ayat 92) terdiri atas sepuluh orang putra Muqrin.

At-Taubah ayat 92

Gambar
  “dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu". lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan”. (At Taubah : 92)   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Al-Ufi yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa ketika Rasulullah SAW memerintahkan orang-orang berangkat jihad bersamanya, datanglah segolongan sahabat di bawah pimpinan Abdullah bin Maqil Al-Muzani yang berkata: “Ya Rasulullah! Berilah kami tunggangan”. Rasulullah menjawab: “Demi Allah tidak ada lagi tunggangan yang dapat mengangkut kalian”. Berlinanglah air mata mereka menyesali dirinya karena tidak punya bekal dan tunggangan untuk turut berjihad. Maka turunlah ayat ini (Surah At Taubah ayat 92) sebagai kelonggaran bagi orang-orang yang tidak turut berjihad karena kekurangan bekal dan angkut...

At-Taubah ayat 91

Gambar
  “ Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (At Taubah : 91)   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Zaid bin Tsabit : bahwa ketika Zaid bin Tsabit menjadi penulis Rasulullah SAW dan sedang menulis surah At Taubah sampai ayat perintah jihad, ia meletakkan penanya di telinganya. Rasulullah SAW menunggu wahyu kelanjutannya. Datanglah seorang buta bertanya: “Bagaimana saya yang buta ya Rasulullah?”. Maka turunlah ayat ini (surah At Taubah ayat 91) yang memberikan kelonggaran tidak ikut berjihad kepada orang yang lemah, sakit cacat ataupun miskin, asal mereka ikhlas kepada Allah SWT.

At-Taubah ayat 84

Gambar
  “Dan janganlah kamu sekali-kali mensalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik”. ( At Taubah : 84)   Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim yang bersumber dari Ibnu Umar dan bersumber pula dari Amir, Anas, Jabir dan lainnya : bahwa ketika Abdullah bin Ubay mati, datanglah anaknya kepada Rasulullah SAW meminta qamish Rasul untuk kain kafan bapaknya. Rasulullah SAW memberikannya. Ia pun meminta agar supaya Rasulullah bersedia mensalatkan mayit bapaknya. Ketika Rasulullah akan melaksanakan salat mayit Umar bin Khattab berdiri memegang baju Rasulullah dan berkata: “Ya Rasulullah apakah tuan akan salatkan dia padahal Allah telah melarang mensalatkan mayit kaum munafik”. Ia menjawab: “Allah menyuruh memilih dengan firman-Nya: ‘Mintakan ampun atau tidak memintakan ampun bagi mereka, jika engkau mintakan ampun bagi mereka ...

At-Taubah ayat 81

Gambar
  “ Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berjihad) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui” . (At Taubah : 81)   D iriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa Rasulullah SAW memerintahkan bangkit jihad beserta beliau di musim panas. Berkatalah beberapa orang diantara yang hadir:   Ya Rasulullah! Sekarang sedang panas Terik, kami tidak kuat keluar berjihad di waktu panas begini. Oleh karena itu janganlah berangkat di waktu panas”. Maka turunlah akhir ayat ini (surat At Taubah ayat 81) yang menegaskan bahwa neraka jahannam itu lebih panas.   Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi : bahwa pada waktu panas Terik Rasulullah SAW...

At-Taubah ayat 79

Gambar
  “(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih”. (At Taubah : 79)   Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim yang bersumber dari Abi Mas’ud, Diriwayatkan pula dari Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Abi Hurairah, Abi Ukail, Abi Sa’id Al-Khudri, Ibnu Abbas dan Umairah binti Suhail bin Rafi : bahwa Ketika turun ayat perintah mengeluarkan zakat (surat At Taubah ayat 103), Abi Mas’ud sebagai tukang pikul, mengeluarkan zakat dari hasil pikulannya. Di saat itu apabila ada orang-orang yang bersedekah banyak, kaum munafikin berkata bahwa ia riya’, dan apabila yang bersedekah sedikit, mereka berkata “Allah tidak menginginkan sedikit”. Maka turunlah ayat ini (surat At Taubah ayat 79) sebagai anca...

At-Taubah ayat 75-77

Gambar
  “Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh”. (At Taubah : 75) “Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran)”. (At Taubah : 76) “Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta”. (At Taubah : 77)   Diriwayatkan oleh At-Thabrani, Ibnu Marduwaih, Ibnu Abi Hatim dan Al-Baihaki dari kitab Ad-Dala’il dengan sanad Dhaif yang bersumber dari Abi Umamah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Marduwaih dari Ufi yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa Tsa’labah bin Hatib berkata kepada ...

At Taubah ayat 74

Gambar
  “Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidaklah mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi”. (At Taubah : 74)   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas, diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ka’ab bin Malik dari Abi Sa’ad di dalam At-Tabaqat yang bersumber dari Urwah : bahwa Al-Jallas bin Suaid bin As-Shamit termasuk orang yang meninggalkan diri tidak mau mengiku...

At-Taubah ayat 65-66

Gambar
  “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" (At-Taubah : 65) “Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa” . (At-Taubah : 66)   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang  bersumber dari Ibnu umar : bahwa seorang laki-laki pada pertempuran Tabuk berkata di dalam majelis: “Kami tidak pernah mendapat kitab seperti Quran mereka, tidak pernah melihat orang yang lebih mementingkan perutnya, lebih pembohong dari mereka, dan lebih pengecut waktu berhadapan dengan musuh”. Berkatalah yang lainnya: “Engkau dusta, dan engkaulah benar-benar seorang munafik, akan kukatakan hal...

At-Taubah ayat 61

Gambar
  “Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah: "Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu". Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih”. (At-Taubah : 61)   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa Nabtal bin Al-Harts datang kepada Rasulullah SAW duduk dan mendengarkan pembicaraan Rasul. Ceritanya ini disampaikan kepada kaum Munafikin dengan menambahkan bahwa Muhammad itu “ udzun ” (orang yang selalu mempercayai omongan orang lain) sebagai ejekan kepada Nabi SAW. Maka turunlah ayat ini (Surat At-Taubah ayat 61) berkenaan dengan diri Nabtal itu. Ayat ini membenarkan bahwa Nabi itu orang yang suka mempercayai pembicaraan yang baik, iman kepada Allah dan percaya kepada omongan orang mukmin

At-Taubah ayat 58

Gambar
  “ Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah” . (At-Taubah : 58)   Diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang bersumber dari Abi Sa’id Al-Khudri. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Jabir : bahwa ketika Rasulullah membagi-bagikan sedekah, datanglah Dzul-Khuwaishirah seraya berkata : “Hendaklah kamu bersikap adil”. Nabi SAW menjawab: “Celakalah kau, siapa pula yang berbuat adil jika aku tidak berbuat adil”. Ayat ini (Surat At-Taubah ayat 58) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut yang menegaskan bahwa orang-orang yang menganggap tidak adil itu disebabkan karena mereka tidak mendapat bagian”.

At-Taubah ayat 53

Gambar
  “Katakanlah: "Nafkahkanlah hartamu, baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik”. (At-Taubah : 53)   Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas : bahwa turunnya ayat ini (Surat At-Taubah ayat 53) berkenaan dengan ucapan Al-Jaddu bin Qais ketika diperintahkan berangkat berjihad: “Aku tidak kuat melihat wanita dan mudah tergila-gila. Oleh karena itu aku menyumbangkan hartaku saja”. Ayat ini (Surat At-Taubah ayat 53) menegaskan bahwa berapa pun banyaknya harta benda kaum munafikin yang disumbangkan tidak akan diterima Allah SWT.

At-Taubah ayat 50

Gambar
  “Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: "Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi berjihad)" dan mereka berpaling dengan rasa gembira” . (At-Taubah : 50)   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Jabir bin Abdillah : bahwa orang-orang munafik yang meninggalkan diri di Madinah (tidak berangkat ke Tabuk) menyiarkan berita buruk tentang keadaan Nabi SAW dan sahabat-sahabatnya dengan mendapat kepayahan dalam perjalanan dan banyak yang binasa. Akan tetapi sampai berita yang sesungguhnya, bahwa Nabi SAW dan sahabat-sahabatnya beada dalam keadaan sehat wal afiat sehingga terbongkar kebohongan mereka dan mereka merasa tidak senang karenanya. Maka turunlah ayat ini (Surat At-Taubah ayat 50) yang menegaskan beberapa sifat kaum munafikin.