Postingan

Al-Baqarah ayat 163 - 164

Gambar
“Dan Tuahnmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah : 163) “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidpkan bumi sesudah mati (kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapatlah) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (Al-Baqarah : 164) Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur di dalam Sunannya, Al-Faryabi di dalam Tafsirnya, dan Al-Baihaki di dalam kitab Syu’bul Iman yang bersumber dari Abidh-Dhuha: Bahwa ketika turun ayat tersebut (Al-Baqarah ayat 163), kaum musyrikin kaget dan bertanya-tanya: “Apakah benar Tuhan itu tunggal? Jika benar demikian berikanlah kepada kami bukti-buktinya!”. Maka...

Al-Baqarah ayat 159

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati”. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa Mu’adz bin Jabal, Sa’d bin Mu’adz dan Kharijah bin Zaid bertanya kepada segolongan Padri Yahudi tentang beberapa hal yang terdapat di dalam Taurat. Para Padri menyembunyikan hal tersebut dan enggan untuk memberitahukannya. Maka Allah menurunkan ayat tersebut (Al-Baqarah ayat 159) yang membeberkan keadaan mereka (padri-padri).

Al-Baqarah ayat 158

Gambar
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebahagian syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan (dengan kerelaan hati sendiri), maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui”. Diriwayatkan oleh As-Syaikhani dan yang lainnya dari Urwah yang bersumber dari ‘Aisyah: Bahwa Urwah bertanya kepada ‘Aisyah: “Bagaimana pendapatmu tentang firman Allah Innas shafaa wal-marwata hingga akhir ayat (Al-Baqarah ayat 158). Menurut pendapatku ayat ini menegaskan bahwa orang yang tidak thawaf di kedua tempat itu tidak berdosa”. ‘Aisyah menjawab: “Sebenarnya ta’wilmu (interpretasimu) itu hai anak saudariku, tidaklah benar. Akan tetapi ayat ini (Al-Baqarah ayat 158) turun mengenai kaum Anshar. Mereka yang sebelum masuk Islam mengadakan upacara keagamaan kepada manat (tuhan mereka) yang jahat, menolak berthawaf antara Shafa dan Marw...

Al-Baqarah ayat 154

Gambar
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup tetapi kamu tidak menyadarinya”. (Al Baqarah : 154) Diriwayatkan oleh Ibnu Mandah dari As-Suddi As-Shagir, dari Al-Kalbi, dari Abi Saleh yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa turunnya ayat tersebut di atas (surah Al Baqarah ayat 154) sehubungan dengan gugurnya Sahabat Nabi Saw, yaitu Tamim bin Al-Hammam pada peristiwa Badar, dan dalam peristiwa itu gugur pula sahabat lainnya. Diriwayatkan oleh Abu Na’iem: Bahwa para ulama sepakat yang gugur itu Umair bin Al-Hammam, tetapi As-Suddi keliru menyebutnya.

Al-Baqarah ayat 150

“Dan dari mana saja kamu berangkat, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu sekalian berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang lalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk”. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari As-Suddi melalui sanad-sanadnya: Bahwa turunnya ayat tersebut (Al-Baqarah ayat 150) sehubungan dengan peristiwa sebagai berikut: Ketika Nabi Saw memindahkan arah kiblat dari Baitil Maqdis ke ka’bah, maka kaum musyrikin Mekah berkata: “Muhammad dibingungkan oleh agamanya. Ia memindahkan arah kiblatnya ke arah kiblat kita. Ia mengetahui bahwa jalan kita lebih benar daripada jalannya, dan ia sudah hampir masuk agama kita”.

Al-Baqarah ayat 142 - 144

Gambar
(142): “Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya? Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat. Dia memberi pimpinan kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.” (143): “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menjadikan kiblat yang menjadi kiblat (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu, terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah amat Pengasih lagi Penyayang kepada manusia.”

Al-Baqarah ayat 135

“Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah: “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”. Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dari Sa’id atau ‘Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa Ibnu Shuria berkata kepada Nabi Saw: “Petunjuk itu tiada lain kecuali apa yang kami anut, maka turutlah kami hai Muhammad, agar supaya tuan mendapat petunjuk”. Kaum Nashara pun berkata seperti itu juga. Maka Allah menurunkan ayat tersebut (Al-Baqarah ayat 135) yang menegaskan bahwa agama Ibrahim adalah agama yang bersih dari perubahan yang menimbulkan Syirik.