Postingan

Al-Baqarah ayat 177

Gambar
“ Bukanlah menghadapkan wajah kamu kearah timur dan barat itu suatu kebaktian. Akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan hartayang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam pertempuran; mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (Al Baqarah : 177) Diriwayatkan oleh Abdur-razzaq dari Ma’mar, yang bersumber dari Qatadah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abil ‘Aliah: Bahwa Qatadah menerangkan tentang kaum Yahudi yang menganggap bahwa yang baik itu shalat menghadap ke barat, sedang kaum Nashara mengarah ke timur, sehingga t...

Al-Baqarah ayat 174

“ Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih”. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Ikrimah: Bahwa firman Allah tersebut di atas (Al-Baqarah ayat 174) dan surat Ali Imran ayat 177 diturunkan tentang (kebiasaan) kaum Yahudi (yang menyimpang dari ajaran yang sebenarnya). Diriwayatkan oleh Ats-Tsa’labi dari Al-Kalbi, dari Abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa turunnya ayat ini (Al-Baqarah ayat 174) dalam peristiwa sebagai berikut: Pemimpin dan ulama Yahudi biasa mendapat persembahan dan sanjungan rakyat bawahannya. Mereka mengharap agar Nabi yang akan diutus itu diangkat dari kalangan mereka. Ketika Nabi Muhammad diutus bukan dari kalangan Yahudi, mereka ...

Al-Baqarah ayat 170

“ Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah!”. Mereka menjawab: “(Tidak)”, tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. (Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau ‘Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa turunnya ayat tersebut di atas (Al-Baqarah ayat 170) sehubungan dengan ajakan Rasulullah Saw kepada kaum Yahudi untuk masuk Islam, serta memberikan kabar gembira, memperingatkan mereka akan siksaan Allah serta azab-Nya. Rafi’i bin Huraimallah dan Malik bin ‘Auf dari kaum Yahudi menjawab ajakan ini dengan berkata: “Hai Muhammad! Kami akan mengikuti jejak nenek moyang kami, karena mereka lebih pintar dan lebih baik daripada kami”. Ayat ini turun sebagai teguran kepada orang-orang yang hanya mengikuti jejak nenek moyangnya.

Al-Baqarah ayat 163 - 164

Gambar
“Dan Tuahnmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah : 163) “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidpkan bumi sesudah mati (kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapatlah) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (Al-Baqarah : 164) Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur di dalam Sunannya, Al-Faryabi di dalam Tafsirnya, dan Al-Baihaki di dalam kitab Syu’bul Iman yang bersumber dari Abidh-Dhuha: Bahwa ketika turun ayat tersebut (Al-Baqarah ayat 163), kaum musyrikin kaget dan bertanya-tanya: “Apakah benar Tuhan itu tunggal? Jika benar demikian berikanlah kepada kami bukti-buktinya!”. Maka...

Al-Baqarah ayat 159

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati”. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa Mu’adz bin Jabal, Sa’d bin Mu’adz dan Kharijah bin Zaid bertanya kepada segolongan Padri Yahudi tentang beberapa hal yang terdapat di dalam Taurat. Para Padri menyembunyikan hal tersebut dan enggan untuk memberitahukannya. Maka Allah menurunkan ayat tersebut (Al-Baqarah ayat 159) yang membeberkan keadaan mereka (padri-padri).

Al-Baqarah ayat 158

Gambar
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebahagian syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan (dengan kerelaan hati sendiri), maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui”. Diriwayatkan oleh As-Syaikhani dan yang lainnya dari Urwah yang bersumber dari ‘Aisyah: Bahwa Urwah bertanya kepada ‘Aisyah: “Bagaimana pendapatmu tentang firman Allah Innas shafaa wal-marwata hingga akhir ayat (Al-Baqarah ayat 158). Menurut pendapatku ayat ini menegaskan bahwa orang yang tidak thawaf di kedua tempat itu tidak berdosa”. ‘Aisyah menjawab: “Sebenarnya ta’wilmu (interpretasimu) itu hai anak saudariku, tidaklah benar. Akan tetapi ayat ini (Al-Baqarah ayat 158) turun mengenai kaum Anshar. Mereka yang sebelum masuk Islam mengadakan upacara keagamaan kepada manat (tuhan mereka) yang jahat, menolak berthawaf antara Shafa dan Marw...

Al-Baqarah ayat 154

Gambar
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup tetapi kamu tidak menyadarinya”. (Al Baqarah : 154) Diriwayatkan oleh Ibnu Mandah dari As-Suddi As-Shagir, dari Al-Kalbi, dari Abi Saleh yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa turunnya ayat tersebut di atas (surah Al Baqarah ayat 154) sehubungan dengan gugurnya Sahabat Nabi Saw, yaitu Tamim bin Al-Hammam pada peristiwa Badar, dan dalam peristiwa itu gugur pula sahabat lainnya. Diriwayatkan oleh Abu Na’iem: Bahwa para ulama sepakat yang gugur itu Umair bin Al-Hammam, tetapi As-Suddi keliru menyebutnya.