Postingan

An-Nahl ayat 75-76

Gambar
  “Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezeki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui”. (An Nahl : 75) “Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?” (An Nahl : 76)   Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas :  bahwa firman Allah “ dharaballahu matsalan abdan mamlukan ...” (surah An Nahl ayat 75) turun sebagai perumpamaan perbedaan antara seorang Quraisy (yang kaya yang dapat berb...

An-Nahl ayat 41-42

Gambar
  “Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui” (An Nahl : 41) “(yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal . (An Nahl : 42) Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Dawud bin Abi Hindun : bahwa turunnya ayat “ walladzina hajaru fillahi min ba’di ma dzulimu ...” sampai “wa ‘ala robbihim yatawakkaluun”, berkenaan dengan Abi Jandal bin Suhail.

An-Nahl ayat 38

Gambar
  “Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah tidak akan akan membangkitkan orang yang mati". (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitnya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui” .   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abil ‘Aliah : bahwa seorang Mukmin berhutang kepada seorang Musyrik. Ketika ditagih, diantara ucapannya ialah mendoakan sesuatu bagi kehidupannya di akhirat. Si Musyrik berkata: “Apakah engkau beranggapan bahwa engkau akan dibangkitkan sesudah mati. Demi Allah aku yakin bahwa Allah tidak akan membangkitkan orang yang sudah mati”. Ayat ini (Surat An Nahl ayat 38) berkenaan dengan peristiwa tersebut sebagai bantahan atas ucapan musyrik tadi.

An-Nahl ayat 1

Gambar
  “Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan” (An Nahl :1)   Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Inu Abbas : bahwa ketika turun ayat “ Ata amrullahi ” (surat An Nahl ayat 1) gelisahlah hati para sahabat Rasulullah, sehingga turunlah kelanjutan ayat itu yaitu: “ fala tasta’jiluuhu ” (karenanya jangan minta disegerakan datangnya), sehingga mereka merasa tentram kembali.   Diriwayatkan oleh Abdullah bin Imam Ahmad dalam kitab Zawaidiz-Zuhdi dan Ibnu Jarir serta Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abu Bakar bin Abi Hafash : bahwa ketika turun ayat “ Ata amrullahi ” (surat An Nahl ayat 1) para sahabat berdiri, sehingga turunlah kelanjutan ayat itu “ fala tasta’jiluhu ”.

Al-Hijr ayat 95

Gambar
  “Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu)”. (Al Hijr : 95)   Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan At-Thabrani yang bersumber dari Anas bin Malik : bahwa ketika Nabi SAW lewat di hadapan orang-orang kafir Mekah, mereka saling mengedipkan matanya tanpa sepengetahuan Nabi dengan mengejeknya sambil berkata sesamanya: “Inilah orangnya yang menganggap dirinya Nabi”. Pada waktu itu kebetulan JIbril menyertai Nabi SAW, lalu Jibril menusuk punggung mereka dengan jarinya sehingga berbekas di badan mereka sebesar kuku dan menjadi radang dan luka-luka yang busuk baunya, tiada seorangpun sanggup dekat kepada mereka.

Al-Hijr ayat 49 - 50

Gambar
  “Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Al Hijr : 49) “dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih” (Al Hijr : 50)   Diriwayatkan oleh At-Thabrani yang bersumber dari Abdullah bin Zubair : bahwa Rasulullah menegur para sahabatnya yang sedang tertawa di saat beliau lewat di tempat itu dengan berkata : “Apa gerangan yang menyebabkan kalian tertawa? Padahal surga dan neraka telah diperingatkan kepada kalian?”. Maka turunlah ayat ini (surat Al Hijr ayat 49 – 50) sebagai teguran kepada Nabi untuk membiarkan mereka tertawa karena Allah Ghafururrahiim, tetapi juga mengingatkan mereka bahwa siksa Allah sangat pedih.   Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari salah seorang sahabat Nabi : bahwa Rasulullah SAW melihat para sahabat dari pintu Bani Syaibah, sambil bersabda: “Aku tidak ingin melihat kalian tertawa”. Kemudian beliau meninggalkan mereka, dan tidak lama kemudian be...

Al-Hijr ayat 47

Gambar
  “Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan” . (Al Hijr : 47)   Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ali bin Husein : bahwa ayat ini (surat Al Hijr ayat 47) turun berkenaan dengan Abu Bakar dan Umar (yang rasa dengkinya dicabut oleh Allah SWT). Ada orang yang bertanya: “Kedengkian apa?”. Ali bin Husain menjawab: “Kedengkian Jahiliyyah yaitu sikap permusuhan antara suku bangsa Bani Taim (Abu Bakar), Bani  Adiy (Umar) dan Bani Hasyim (Ali)”. Ketika Abu Bakar terserang sakit pinggang,Ali memanaskan tangannya ia menghangatkan pinggang Abu  Bakar. Ayat ini (surat  Al Hijr ayat 47) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.