Postingan

Ali-Imran ayat 181

“ Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah msikin dan kami kaya”. Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar. Dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): “Rasakanlah olehmu azab yang membakar ”. Diriwayatkan oleh Ibnu Ishak dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas: bahwa pada suatu ketika Abu Bakar masuk ke tempat pendidikan Taurat. Didapatinya orang-orang Yahudi sedang mengelilingi Fanhas. Ia berkata kepada Abu Bakar: “Demi Allah, hai Abu Bakar! kami tidak butuh kepada Allah, dan sesungguhnya Allah yang butuh kepada kami. Sekiranya Ia kaya, tidak akan meminjam apa-apa dari kami sebagaimana yang dianggap oleh sahabatmu (Muhammad)” ( lihat surat Al-Baqarah: 245 ). Marahlah Abu Bakar kepadanya serta memukul mukanya. Fanhas berangkat menghadap Rasulullah Saw dan ia berkata: “Hai Muhammad! Lihat apa yang dilakukan sahabatmu terhadapku”. Nabi Saw bersabda: “Apa seba...

Ali-Imran ayat 172 dan 174

Gambar
“(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peristiwa Uhud). Bagi orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar .” (Ali Imran : 172) “Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah; mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. ” (Ali Imran : 174)   Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Al-Ufi yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa Allah SWT telah menanamkan rasa takut di hati Abu Sufyan pada hari peristiwa Uhud setelah mampu mencerai-beraikan pasukan Islam. Kemudian ia pulang ke Mekah. Bersabdalah Nabi Muhammad Saw: “Abu Sufyan terpukul mentalnya, ia pulang, dan Allah menanamkan rasa takut di hatinya”. Peristiwa Uhud itu terjadi pada bulan syawal. Sebulan kemudian, yaitu pada bulan Dzulqa’idah, pedagang Quraisy menuju ke Madinah dan berhenti di Badar As-Shugra. Di saat itu kaum Muslimin sedang me...

Ali-Imran ayat 161

Gambar
“Tidak mungkin seorang Nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan (ghanimah). Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan (ghanimah) itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya”. (Ali Imran : 161) Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa turunnya ayat ini (Ali Imran ayat 161) berkenaan dengan hilangnya sehelai permadani merah (ghanimah yang belum dibagikan) di waktu peristiwa Badar. Berkatalah beberapa orang yang ada: “Barangkali Rasulullah yang mengambilnya”. Ayat ini turun sebagai bantahan terhadap tuduhan tersebut. Menurut Tirmidzi hadits ini Hasan . Diriwayatkan oleh At-Thabarani dalam kitab ‘Al-Kabir dengan sanad yang kuat yang bersumber dari Ibnu Abbas : Bahwa Rasulullah Saw berkali-kali mengutus pasukan ke medan jihad. Pada suatu waktu, ada pasukan yang kembali da...

Ali-Imran ayat 165

“Mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peristiwa Uhud). Padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peristiwa Badar) kamu berkata: “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari kesalahanmu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Umar bin Khattab: Bahwa Umar bin Khattab berkata: “Menderitanya orang-orang di dalam peristiwa Uhud akibat perbuatan mereka mengambil fida di Badar. Pada waktu peristiwa Uhud itu ada tujuh puluh sahabat yang mati syahid sebagian lari pontang-panting, terdesak, bercerai-berai, bahkan gigi Rasulullah yang keempat patah, topi besinya pecah sehingga berlumuran darah di mukanya”. Allah menurunkan ayat tersebut di atas (Ali-Imran ayat 165) sebagai peringatan bahwa penderitaan tersebut akibat perbuatan mereka sendiri.

Ali-Imran ayat 169

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki”. Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan Al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Tirmidzi yang bersumber dari Jabir : Bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Allah menjadikan arwah saudara-saudaramu yang gugur di peristiwa Uhud sebagai burung-burung hijau yang mengunjungi sungai di surga dan makan buah-buahannya. Sampai menghampiri lampu mas dibawah naungan ‘Arsy. Ketika mereka mendapatkan makanan yang enak, minuman yang lezat dan tempat tidur yang empuk, mereka berkata: “Alangkah baiknya jika teman-teman kita mengetahui apa yang Allah telah jadikan untuk kita, sehingga mereka itu tidak segan berjihad dan tidak mundur dari pertempuran”. Allah berfirman kepada mereka: “Aku akan sampaikan hal kalian kepada mereka. Maka turunlah ayat tersebut (Ali-Imran ayat 169) yang menceritakan keadaan para syuhada”.

Ali-Imran ayat 143

Gambar
“Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kami telah melihatnya sedang kamu menyaksikannya”. (Ali Imran : 143) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Al-‘Ufi yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa beberapa orang sahabat berkata: “Alangkah baiknya kalau kita mati syahid seperti orang-orang yang berjuang di Badar, atau mendapat kesempatan seperti pada peristiwa Badar mengalahkan kaum Musyrikin, tabah dalam ujian, mati syahid dengan memperoleh surga, atau hidup mendapat rezeki”. Maka Allah memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti pertempuran Uhud, tetapi ternyata mereka tidak tabah dan bertahan dalam pertempuran itu kecuali sebagian kecil diantara mereka yang dikehendaki Allah. Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (Ali Imran ayat 143) sebagai peringatan atas ucapan mereka.

Ali-Imran ayat 144

Gambar
“ Muhammad itu hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Umar: Ketika para sahabat terpisah dari Rasulullah Saw di peristiwa Uhud, Umar naik gunung dan mendengar Yahudi berteriak: “Muhammad telah terbunuh!”. Umar berkata: “Tidak akan kubiarkan orang berkata Muhammad terbunuh, pasti akan kupenggal lehernya”. Dan pada saat itu Umar melihat Rasulullah Saw dan orang-orang kembali ke posnya masing-masing. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali-Imran ayat 144) yang menegaskan bahwa kematian seorang Nabi adalah soal yang biasa. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ar-Rabi’: Ketika kaum Mukminin mendapat musibah di peristiwa Uhud dengan luka-luka...