Postingan

Ali-Imran ayat 99 – 103

Gambar
“Katakanlah: “hai ahli kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?” Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan”. (Ali Imran : 99) “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman”. (Ali Imran : 100) “Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (Agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (Ali Imran : 101) “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (Ali Imran : 102) “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (Agama) Allah, dan janganlah kamu bercer...

Ali-Imran ayat 97

Gambar
“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah; yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan kepadanya. Barangsiapa yang kafir (terhadap kewajiban haji), maka bahwasanya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan  sesuatu) dari semesta alam”. Diriwayatkan oleh Sa’id bin Mansur yang bersumber dari ‘Ikrimah: Bahwa ketika turun ayat 85 surat Ali-Imran berkatalah kaum Yahudi: “Sebenarnya kami ini Muslimin”. Bersabdalah Nabi Saw kepada mereka: “Allah telah mewajibkan kaum Muslimin naik Haji ke Baitullah”. Mereka berkata: “Tidak diwajibkan kepada kami”. Mereka menolak menjalankan ibadah haji. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali-Imran : 97) yang menegaskan kewajiban seorang muslim, sedang yang menolak melaksanakannya adalah kafir”.

Ali-Imran ayat 85 - 89

Gambar
“ Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi”. (Ali Imran : 85) “Bagaimana Allah akan memimpin suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar Rasul, dan keterangan-keterangan pun telah datang kepada mereka? Allah tidak memimpin orang-orang yang lalim”. (Ali Imran : 86) “Mereka itu, balasannya ialah: Bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya”. (Ali Imran : 87) “Mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh”. (Ali Imran : 88) “Kecuali orang-orang yang tobat sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Ali Imran : 89) Diriwayatkan oleh An-Nasai, Ibnu Hibban dan Al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa seorang laki-laki dari k...

Ali-Imran ayat 79 dan 80

“Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al-Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: ‘Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembah bagiku, bukan penyembah-penyembah bagi Allah’. Akan tetapi (dia berkata): ‘Hendaklah kaum menjadi orang-orang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan karena kamu tetap mempelajarinya’” (Ali-Imran : 79) “Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan Malaikat dan para Nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?” (Ali-Imran : 80) Diriwayatkan oleh Ibnu Ishak dan Baihaki yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa ketika pendeta-pendeta kaum Yahudi dan kaum Nashara Najran berkumpul di hadapan Rasulullah Saw dan diajak masuk Islam, berkatalah Abu Rafi’ Al-Quradzi: “Apakah tuan menginginkan agar kami menyembah tuan seperti Nashara menyembah Isa?” Rasulullah menjawab: “Ma’adzallah (Aku berlindung kepada Allah daripada itu)”. Maka ...

Ali-Imran ayat 77

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih”. Diriwayatkan oleh As-Syaikhani dan yang lainnya yang bersumber dari Al-Asy’Ats : Bahwa Al-Asy’Ats mengadu kepada Rasulullah Saw karena tanah miliknya direbut oleh seorang Yahudi. Nabi bersabda kepada Al-Asy’Ats: “Apakah kau mempunyai bukti?” Jawab Al-Asy’Ats: “Tidak”. Bersabdalah Nabi Saw kepada Yahudi: “Bersumpahlah kau!”. Al-Asy’Ats berkata: “Kalau begitu, dia berani bersumpah, dan akan hilang hartaku”. Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (Ali-Imran : 77) sebagai peringatan kepada orang yang mau bersumpah palsu”. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang bersumber dari Abdullah bin Abi Aufa: Bahwa ada seorang yang berdagang di pasar, menjual barang daganga...

Ali-Imran ayat 71 – 73

“Hai Ahli kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran padahal kamu mengetahui?” (Ali-Imran : 71) “Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): ‘Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (Sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya supaya mereka (orang-orang Mukmin) kembali (kepada kekafiran)”. (Ali-Imran : 72) “Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu”. Katakanlah: “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Ali-Imran ...

Ali-Imran ayat 65

Gambar
“Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berfikir”.  (Ali Imran : 65) Diriwayatkan oleh Ibnu Ishak dengan sanadnya yang berulang-ulang yang bersumber dari Ibnu Abbas : Bahwa kaum Nashara Najran dan padri-padri kaum Yahudi berkumpul, berselisih dan bertengkar di hadapan Rasulullah Saw. Berkatalah padri-padri Yahudi: “Sesungguhnya Ibrahim itu Yahudi”. Kaum Nashara berkata: “Ibrahim itu tidak lain adalah Nashara”. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali-Imran : 65) sebagai teguran atas hal yang dipertengkarkan itu.